1. Apa kegunaan dari CRC ?
2. Apa itu UML?
3. Apa 3 elemen utama dari UML ?
Jawab :
1. Kegunaan dari CRC adalah untuk menggambarkan atau merepresentasikan segala yang terjadi antar class,seperti responsibilities dan interaksi dari class.
2. UML adalah sebuah bahasa standar untuk pengembangan sebuah software yang dapat
menyampaikan bagaimana membuat dan membentuk model-model, tetapi tidak menyampaikan apa dan kapan model yang seharusnya dibuat yang merupakan salah satu proses implementasi pengembangan software
3.-Building Blocks.
-Aturan-aturan yang menyatakan bagaimana building block diletakkan secara bersamaan.
-Beberapa mekanisme umum dari UML.
Sabtu, 07 Desember 2013
Senin, 02 Desember 2013
Task 8 : Cari 5 bagian yang telah dipelajari dari kasus !
Testing and Maintenance (Pengujian dan Perbaikan)
Program Testing With Test Data.
Analis berfungsi sebagai penasehat dan koordinator untuk tahap ini. Analis memastikan apakah teknik pengujian yang dilakukan programmer benar dan dapat bekerja untuk
operasi-operasi dasar,contohnya dalam menangkap kesalahan. Program akan di uji dengan dua data yaitu dengan yg valid dan tidak valid kemudian output akan diperiksa oleh analis.
jika masih terdapat kesalahan,analis akan mengoreksi dan memberikan arahan kepada programmer apa-apa saja yang harus diperbaiki.
Link Testing With Test Data.
Setelah program melewati pengujian dengan test data,program akan diuji dengan link testing untuk melihat apakah program benar-benar dapat bekerja seperti yang telah direncanakan.
Analis akan menciptakan data uji khusus yang mencakup berbagai situasi pengolahan untuk link testing.
Pertama apakah sistem dapat menangani transaksi normal,penambahan variasi termasuk memasukkan data yang tidak valid untuk memastikan program dapat mendeteksi kesalahan.
Full Systems Testing With Test Data.
Ketika link testing memuaskan,full systems testing juga harus diuji.Pada tahap ini operator dan end user terlibat aktif dalam pengujian.
Sistem pengujian meliputi penegasan standar kualitas untuk kinerja sistem yang mengatur spesifikasi sistem pada awal dibuat.
Persetujuan dari personel dalam menentukan tugas dari program,langkah ini mencakup langkah-langkah dari kesalahan, ketepatan waktu, kemudahan penggunaan,
transaksi order yang tepat, downtime dan manual prosedur yang dimengerti.
Full Systems Testing With Live Data.
Setelah full systems testing memuaskan,maka program akan diuji dengan data yang live.
Langkah ini mencakup perbandingan keakuratan perbandingan hasil output sistem baru dengan yang lama.
Dalam pengujian ini,data live yang digunakan hanya sebagian kecil.
Maintenance.
Maintenance lebih sering digunakan untuk meningkatkan kinerja software yang sudah ada dari pada merespon error,krisis atau kegagalan sistem.
User harus berkomunikasi kepada programmer yang akan memaintenance sistemnya agar tidak terjadi masalah ketidakpuasan dari user.
Training (Pelatihan).
Training meliputi siapa yang akan ditraining, orang yang akan melatih user, objektif training, metode training, tempat training dan materi training.
Siapa yang akan di Training (Who To Train).
Semua orang yang memiliki kegunaan utama ataupun pilihan dari sistem.
Pastikan untuk memisahkan antara pengguna yang mempunyai keahlian berbeda dan minat dari bekerja.
Orang yang akan Melatih User (People Who Train User).
Sistem Analis,Vendor,Pelatih eksternal,Pelatih Internal dan User yang lain.
Objektif Training (Training Objectives).
Berdasarkan pada pekerjaan dari pengguna.
Metode Training (Training Method).
Berdasarkan pada pekerjaan,latar belakang,personal dan pengalaman dari pengguna.
Tempat Training (Training Sites).
Berdasarkan pada objektif training, perkiraan biaya dan ketersediaan.
Materi Training (Training Materials).
Berdasarkan dari keperluan pengguna, operasi manual dan studi kasus.
System Security (Keamanan Sistem)
Physical Security
Pengamanan fasilitas komputer, peralatannya dan software.
Logical Security
Pengendalian dari software itu sendiri.
Behavioural Security
Membangun dan menjalankan prosedur untuk mencegah terjadinya dari penyalahgunaan hardware dan software komputer.
Disaster Recovery (Penanggulangan Bencana).
Buat Tim yang bertanggungjawab dalam penanggulangan krisis (bencana).
Eliminasi poin kegagalan.
Rencana transportasi
Mempunyai replikasi data di tempat yang berbeda.
Conversion (Konversi).
Direct Changeover.
Sistem lama berhenti sistem yang baru langsung berjalan, membutuhkan tet yang ekstensif, pendekatan konveksi yang beresiko, tidak bisa membandingkan hasil yang sama untuk sistem yang baru dan yang lama.
Paralell Conversion.
Bekerja dua kali lebih banyak (lembur), dapat mengecek data yang lama dan yang baru.
Gradual Conversion.
Kombinasi antara paralel dan direct changeover, user terlibat langsung dalam perubahan sistem, butuh waktu untuk perubahan.
Modular Prototype Conversion.
Mengetest setiap modul, User menjadi familiar sebelum sistem beroperasi
Distributed Conversion.
Masalah dapat dideteksi dan dicari solusinya, andai satu tempat berhasil tempat yang lain masih memungkinkan terkena masalah, hanya menginstal software di satu tempat.
Program Testing With Test Data.
Analis berfungsi sebagai penasehat dan koordinator untuk tahap ini. Analis memastikan apakah teknik pengujian yang dilakukan programmer benar dan dapat bekerja untuk
operasi-operasi dasar,contohnya dalam menangkap kesalahan. Program akan di uji dengan dua data yaitu dengan yg valid dan tidak valid kemudian output akan diperiksa oleh analis.
jika masih terdapat kesalahan,analis akan mengoreksi dan memberikan arahan kepada programmer apa-apa saja yang harus diperbaiki.
Link Testing With Test Data.
Setelah program melewati pengujian dengan test data,program akan diuji dengan link testing untuk melihat apakah program benar-benar dapat bekerja seperti yang telah direncanakan.
Analis akan menciptakan data uji khusus yang mencakup berbagai situasi pengolahan untuk link testing.
Pertama apakah sistem dapat menangani transaksi normal,penambahan variasi termasuk memasukkan data yang tidak valid untuk memastikan program dapat mendeteksi kesalahan.
Full Systems Testing With Test Data.
Ketika link testing memuaskan,full systems testing juga harus diuji.Pada tahap ini operator dan end user terlibat aktif dalam pengujian.
Sistem pengujian meliputi penegasan standar kualitas untuk kinerja sistem yang mengatur spesifikasi sistem pada awal dibuat.
Persetujuan dari personel dalam menentukan tugas dari program,langkah ini mencakup langkah-langkah dari kesalahan, ketepatan waktu, kemudahan penggunaan,
transaksi order yang tepat, downtime dan manual prosedur yang dimengerti.
Full Systems Testing With Live Data.
Setelah full systems testing memuaskan,maka program akan diuji dengan data yang live.
Langkah ini mencakup perbandingan keakuratan perbandingan hasil output sistem baru dengan yang lama.
Dalam pengujian ini,data live yang digunakan hanya sebagian kecil.
Maintenance.
Maintenance lebih sering digunakan untuk meningkatkan kinerja software yang sudah ada dari pada merespon error,krisis atau kegagalan sistem.
User harus berkomunikasi kepada programmer yang akan memaintenance sistemnya agar tidak terjadi masalah ketidakpuasan dari user.
Training (Pelatihan).
Training meliputi siapa yang akan ditraining, orang yang akan melatih user, objektif training, metode training, tempat training dan materi training.
Siapa yang akan di Training (Who To Train).
Semua orang yang memiliki kegunaan utama ataupun pilihan dari sistem.
Pastikan untuk memisahkan antara pengguna yang mempunyai keahlian berbeda dan minat dari bekerja.
Orang yang akan Melatih User (People Who Train User).
Sistem Analis,Vendor,Pelatih eksternal,Pelatih Internal dan User yang lain.
Objektif Training (Training Objectives).
Berdasarkan pada pekerjaan dari pengguna.
Metode Training (Training Method).
Berdasarkan pada pekerjaan,latar belakang,personal dan pengalaman dari pengguna.
Tempat Training (Training Sites).
Berdasarkan pada objektif training, perkiraan biaya dan ketersediaan.
Materi Training (Training Materials).
Berdasarkan dari keperluan pengguna, operasi manual dan studi kasus.
System Security (Keamanan Sistem)
Physical Security
Pengamanan fasilitas komputer, peralatannya dan software.
Logical Security
Pengendalian dari software itu sendiri.
Behavioural Security
Membangun dan menjalankan prosedur untuk mencegah terjadinya dari penyalahgunaan hardware dan software komputer.
Disaster Recovery (Penanggulangan Bencana).
Buat Tim yang bertanggungjawab dalam penanggulangan krisis (bencana).
Eliminasi poin kegagalan.
Rencana transportasi
Mempunyai replikasi data di tempat yang berbeda.
Conversion (Konversi).
Direct Changeover.
Sistem lama berhenti sistem yang baru langsung berjalan, membutuhkan tet yang ekstensif, pendekatan konveksi yang beresiko, tidak bisa membandingkan hasil yang sama untuk sistem yang baru dan yang lama.
Paralell Conversion.
Bekerja dua kali lebih banyak (lembur), dapat mengecek data yang lama dan yang baru.
Gradual Conversion.
Kombinasi antara paralel dan direct changeover, user terlibat langsung dalam perubahan sistem, butuh waktu untuk perubahan.
Modular Prototype Conversion.
Mengetest setiap modul, User menjadi familiar sebelum sistem beroperasi
Distributed Conversion.
Masalah dapat dideteksi dan dicari solusinya, andai satu tempat berhasil tempat yang lain masih memungkinkan terkena masalah, hanya menginstal software di satu tempat.
Senin, 18 November 2013
Task 7 : What is meant by the term Six Sigma and Six Guidelines for choosing a design and documentation technique.
1. Apa arti dari istilah "Six Sigma" ?
2. Berikan 6 cara untuk memilih desain dan teknik dokumentasi !
JAWAB :
2. Berikan 6 cara untuk memilih desain dan teknik dokumentasi !
JAWAB :
- Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif (Manggala, 2005). Six sigma merupakan proses disiplin tinggi yang membantu mengembangkan dan mengantarkan produk mendekati sempurna. Six sigma adalah suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk baik barang maupun jasa (Trihendradi, 2006).
- - Kompatibel dengan dokumentasi yg sudah ada sebelumnya.
- Dimengerti oleh anggota lain dalam organisasi.
- Diperbolehkan untuk kembali menggunakan sistem setelah tidak digunakan untuk waktu yg lama.
- Sesuai dengan ukuran dari sistem yang dikerjakan
- Dimungkinkan untuk pendekatan struktur desain jika lebih penting dari faktor-faktor lainnya.
- Modifikasi yang lebih mudah.
Senin, 28 Oktober 2013
Task 6 : General Guidelines for Proper Coding and Data Entry Methods
Eight general guidelines for proper coding :
1.
Menjaga kode yang
ringkas
Kode seharusnya diringkas, kode yang
terlalu panjang berarti banyak tombol dan akibatnya banyak kesalahan. Kode
panjang juga berarti bahwa penyimpanan informasi dalam basis data akan
memerlukan banyak memori. Kode singkat lebih mudah untuk diingat dan lebih
mudah untuk dimasukkan daripada kode panjang dan jika kode harus panjang
seharusnya dipecah ke dalam sub kode. Untuk contoh, 5678923453127 dapat di
pecah dengan tanda penghubung sebagai berikut : 5678-923-453-127. Pendekatan
ini lebih mudah diatur dan memberikan keuntungan cara orang mengetahui proses
informasi.
2.
Menjaga kode tidak
berubah
Kesatabilan berarti bahwa
identifikasi kode untuk pelanggan seharusnya tidak berubah setiap kali data
diterima. Saat ini, kita mencontohkan suatu kode derivasi abjad untuk suatu
daftar pelanggan majalah. Tanggal waktu berakhir bukan bagian dari kode
identifikasi pelanggan karena biasanya mengubah. Jangan mengubah singkatan kode
didalam system mnemonic. Suatu waktu anda mempunyai pilihan singkatan kode,
jangan mencoba untuk memperbaikinya, karena itu membuatnya sangat sulit bagi
bagian masukan data untuk mengadaptasi.
3.
Memastikan bahwa
kode adalah unik
Bagi kode supaya bekerja, harus unik
perhatikan bahwa semua kode yang digunakan dalam system dan memastikan bahwa
anda tidak menggunakan nomor atau nama kode sama untuk item-item yang sama.
Nomor dan nama kode merupakan bagian yang sangat penting dari masukan dalam
kamus data.
4.
Membiarkan kode dapat
diurut
Jika anda akan memanipulasi data
dengan bermanfaat, kode harus dapat diurut. Untuk contoh, jika anda menjalankan
teks cari pada bulan-bulan dalam setahun di dalam pesanan yang meningkat, “J”
bulan akan keluar dari pesanan (Januari, Juli dan selanjutnya Juni). Kamus
dipilih dalam cara ini, satu huruf pada suatu waktu dari kanan ke kiri.
Sehingga, jika anda memilah MMMDDYYYY dimana menempatkan MMM untuk singkatan
bulan, DD untuk hari, dan YYYY untuk tahun.
5.
Menghindari kode
yang buat kekacauan
Mencoba untuk menghindari penggunaan
karakteristik kode yang terlihat atau terdengan serupa. Karakter O(huruf oh)
dan 0(angka nol) sering kacau, seperti huruf I dan angka 1 dan huruf Z dan
angka 2. Oleh karena itu, kode sperti BIC dan 280Z adalah tidak memuaskan. Satu
contoh dari kode yang buat kekacauan potensial adalah Canadian Postal Code,
format kode adalah X9X9X9 dimana X ditempatkan untuk huruf dan 9 untuk angka.
6.
Menjaga kode yang
seragam
Kode perlu untuk mengikuti bentuk
banyak format sepanjang waktu. Kode yang digunakan bersama, seperti BUF-234 dan
KU-3456, adalah kurang baik karena yang pertama terdiri dari tigas huruf
dan tiga angka, sedangkan yang kedua
hanya mempunyai dua huruf diikuti oleh empat angka. Pada saat anda memerlukan
tambahan tanggal, cobalah untuk menghindari penggunaan kode MMDDYYYY dalam satu
aplikasi, kedua YYYYDDMM, dan ketiga MMDDYYYY.
7.
Membolehkan
modifikasi kode
Pencocokan adalah suatu kunci utama
dari kode yang baik. Para penganalisis harus mempertimbangkan bahwa system akan
berkembang dengan waktu, dan system pengkodean seharusnya mampu mencakup
perubahan. Jumlah pelanggan seharusnya bertambah, pelanggan akan mengganti
nama, dan supplier akan memodifikasi cara mereka menamakan produknya. Seorang
penganalisis perlu untuk bias meramalkan perkiraan dan antisipasi menjangkau
jauh kebutuhan masa depan saat merancang kode.
8.
Membuat kode yang
bermakna
Kalau penganalisis ingin
menyembunyikan informasi, kode tetap berarti. Kode yang efektif tidak hanya
berisi informasi, tetapi juga membuat pengertian kepada masyarakat penggunanya.
Kode yang berarti lebih mudah dimengerti, bekerja dengannya, dan dipanggil.
Pekerjaan masukan data menjadi lebih menarik saat bekerja dengan kode yang
berarti daripada hanya memasukkan rangkaian angka-angka kurang berarti.
Six data entry methods :
1.
Papan ketik
Papan ketik merupakan metode palingt
tua masukan data, dan tentunya adalah alat yang sangat akrab dengan anggota
organisasi. Beberapa perbaikan telah dibuat beberapa tahun akhir ini untuk
standarisasi papan ketik, seperti menambah numeric keypad yang dapat deprogram
dengan macros untuk mengurangi jumlah keystroke yang diperlukan dan penemuan
yang baik(satu dibentuk untuk bentuk tangan). Perangkat lunak mengizinkan
pencarian kembali untuk menganalisis berapa banyak keystroke diperlukan untuk
memasukan jenis data tertentu.
2.
Optical character
recognition
Optical character recognition
membiarkan pengguna membaca masukan dari dokumen sumber dengan optical scanner
lebih baik daripada media magnetic yang kita telah bicarakan dulu. Penggunaan
alat OCR dapat mempercepat masukan data dari 50 hingga 75 persen dari beberapa
metode dasar lainnya. Apa yang diperlukan adalah dokumen sumber yang dapat di
scan secara optic saat itu diisikan, baik menggunakan special block printing
maupun tulisan tangan.
3.
Metode tinta
magnetic
Karakter tinta magnetic dijumpai
dibawah cek bank dan beberapa tagihan kartu kredit. Metode ini sama dengan OCR dalam membaca karakter
khusus, tetapi penggunaannya terbatas. Masukan data melalui pengenalan karakter
tinta magnetic (MICR) dikerjakan melalui mesin yang membaca dan
menginterpretasi garis tunggal material yang disandikan dengan tinta yang
dibuat dari partikel magnetic. Beberapa keuntungan menggunakan MICR yaitu : 1.MICR
metode andal dan berkecepatan tinggi yang tidak mudah menerima tanda salah
(karena mereka tidak disandikan secara mangnetik). 2.Jika dia digunakan pada
pengambilan uang melalui cek, dia menyediakan tingkat kemanan terhadap cek yang
tidak beres. 3.Personel masukan data dapat melihat nomor kode jika dia perlu
memeriksanya.
4.
Metode mark-sense
Formulir mark-sense memperbolehkan
masukan data melalui penggunaan scanner yang merasakn dimana tanda telah dibuat
dengan oencil timah pada formulir khusus. Pemekaian yang umumnya adalah
menghitung lembar jawaban untuk kuesioner survey. Kekurangan dari mak-sense
dimana seharusnya pembaca dapat menentukan apakah tanda telah dibuat tidak
dapat mengenali tanda sama yang dikerjakan oleh pembaca karakter optikal. Tanda
yang tidak jelas pada formulir kemudian dimasukan sebagai tanda yang salah.
5.
Bar kode
Bar
kode secara khusus tampak [ada label produk, tetapi juga muncul pada gelang
identifikasi pasien dalam rumah sakit dan dalam konteks dimana seseorang atau
objek perlu diuji kedalam atau keluar dari beberapa macam system inventaris.
Bar kode dapat dipikirkan sebagai metacode atau kode yang menyandikan kode,
karena muncul sebagai seri pita sempit dan lebar pada label yang menyandikan
angka atau huruf. Pengkodean bar memberikan derajat keakuratan yang luar biasa
tingginya untuk masukan data. Dia menyimpan biaya tenaga kerja untuk penjualan
karena setiap item tidak harus ditandai
harg secara sendiri-sendiri. Sebagai tambahan, pengkodean bar memperbolehkan
penagkapan data secara otomatis yang dapat dipakai untuk memesan lagi,
pemeriksaan inventarisasi lebih akurat, dan meramalkan kebutuhan masa depan.
6.
Menggunakan
terminal cerdas
Terminal cerdas dapat diingat
selangkah diatas terminal bodoh dan selangkah dibawah worksatation cerdas dan
mikrokomputer portable didalam kemampuannya dalam beberapa hal, terminal cerdas
mengeliminasi keperluan akan dokumen sumber. Keuntungan terbesar pemakain
terminal cerdas adalah melalui penggunaan pengolahan mikro, mereka dapat
meringankan beberapa beban central prosesing unit (CPU) yaitu pengeditan,
pengendalian, pengalihan, dan penyimpanan data, memproses keperluan terminal
bodoh.
Senin, 14 Oktober 2013
Task 5
1. List five of the eleven usability heuristic for
judging the usability of computer systems and eccommerce web sites provided by
Nielsen and other !
2. What are five objectives for designing user interface ?
Answer :
1. - Provide appropiate feedback to users.
- Generate usable queries.
- Improve productivity of computer users.
- Match the user interface to the task.
- Make the user interface efficient.
2. - Visibility of system status :
The system should always keep users informed about what is going on, through appropriate feedback within reasonable time.
- Match between system and the real world :
The system should speak the users' language, with words, phrases and concepts familiar to the user, rather than system-oriented terms. Follow real-world conventions, making information appear in a natural and logical order.
- User control and freedom:
Users often choose system functions by mistake and will need a clearly marked "emergency exit" to leave the unwanted state without having to go through an extended dialogue. Support undo and redo.
- Consistency and standards :
Users should not have to wonder whether different words, situations, or actions mean the same thing. Follow platform conventions.
- Help users recognize, diagnose, and recover from errors :
Error messages should be expressed in plain language (no codes), precisely indicate the problem, and constructively suggest a solution.
2. What are five objectives for designing user interface ?
Answer :
1. - Provide appropiate feedback to users.
- Generate usable queries.
- Improve productivity of computer users.
- Match the user interface to the task.
- Make the user interface efficient.
2. - Visibility of system status :
The system should always keep users informed about what is going on, through appropriate feedback within reasonable time.
- Match between system and the real world :
The system should speak the users' language, with words, phrases and concepts familiar to the user, rather than system-oriented terms. Follow real-world conventions, making information appear in a natural and logical order.
- User control and freedom:
Users often choose system functions by mistake and will need a clearly marked "emergency exit" to leave the unwanted state without having to go through an extended dialogue. Support undo and redo.
- Consistency and standards :
Users should not have to wonder whether different words, situations, or actions mean the same thing. Follow platform conventions.
- Help users recognize, diagnose, and recover from errors :
Error messages should be expressed in plain language (no codes), precisely indicate the problem, and constructively suggest a solution.
Senin, 07 Oktober 2013
Task 4 : Definisi Denormalisasi dan Perbedaan antara Database Tradisional dan Gudang Data
Berikut soal beserta jawaban saya untuk tugas ketiga pada minggu ini .
Soal :
1. Definisi Denormalisasi !
2. Jelaskan perbedaan antara database tradisional dan gudang data !
Jawaban :
1. Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database. Denormalisasi database adalah pelanggaran aturan normalisasi atau menjabarkan suatu tataan daatbase yang telah normal untuk meningkata performa pengaksesan data pada database.
2. Gudang data merupakan sistem komputer modern yang digunakan untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan, gaji dan informasi lain dari operasi harian. Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya ke gudang data menurut jadwal yang teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Sedangkan database tradisional yaitu mengarsipkan dan menganalisi data yang mengutamakan kelengkapan data itu sendiri,namun database mempunyai kelemahan akan terjadinya data rangkap dan data yang belum terintegrasi.
Sumber data dari berbagai blog dan modul :)
Soal :
1. Definisi Denormalisasi !
2. Jelaskan perbedaan antara database tradisional dan gudang data !
Jawaban :
1. Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database. Denormalisasi database adalah pelanggaran aturan normalisasi atau menjabarkan suatu tataan daatbase yang telah normal untuk meningkata performa pengaksesan data pada database.
2. Gudang data merupakan sistem komputer modern yang digunakan untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan, gaji dan informasi lain dari operasi harian. Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya ke gudang data menurut jadwal yang teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Sedangkan database tradisional yaitu mengarsipkan dan menganalisi data yang mengutamakan kelengkapan data itu sendiri,namun database mempunyai kelemahan akan terjadinya data rangkap dan data yang belum terintegrasi.
Sumber data dari berbagai blog dan modul :)
Senin, 30 September 2013
Membuat Form
Minggu ini tugasnya membuat form. Disini saya lampirkan link untuk melihat hasil kerja saya :)
https://docs.google.com/file/d/0B8Nh7x_F_lmPaVlxNF9vYXhlZ1k/edit?usp=sharing
https://docs.google.com/file/d/0B8Nh7x_F_lmPaVlxNF9vYXhlZ1k/edit?usp=sharing
Senin, 23 September 2013
Task 2 : Seven section of a good form and 4 guidelines for good display design
Hello guys this is my second task . kali ini nomor 1 sama 2 nya digabung dalam satu post.
satu.
Tujuh bagian dari form yang bagus (Seven section of a good form) :
1.Kepala atau heading
2.Identifikasi dan akses
3.Instruksi
4.Isi (body)
5.Tanda Tangan dan verifikasi
6.Total (Totals)
7.Komentar
Perlu diketahui untuk membuat form yang bagus sebaiknya screen atau tampilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu heading, body dan komentar atau yang biasa kita kenal dengan sebutan divide screen into three section.
dua.
Disini saya agak bingung dengan soalnya : list the four guidelines for good display design atau form design ? . Jadi untuk berjaga-jaga jika saya salah maka saya mempunyai 2 jawaban.
for good display design :
4 pedoman untuk mendesign tampilan yang bagus :
1.Simplicity atau simple,karena sesuatu yang rumit membutuhkan waktu yang lebih lama.
2.Tampilan design yang konsisten.
3.Mmemfasilitasi adanya pergerakan user pada tampilan screen dan halaman (pages).
4.Buatlah tampilan semenarik mungkin.
for good form design :
4 pedoman untuk mendesign form yang bagus :
1.Buatlah form yang mudah untuk diisi.
2.Pastikan form dibuat sebagaimana tujuan didesign nya form tersebut.
3.Design form untuk data yang akurat (buat pilihan tertutup).
4.Buatlah form semenarik mungkin.
Tugas kedua selesai :)
satu.
Tujuh bagian dari form yang bagus (Seven section of a good form) :
1.Kepala atau heading
2.Identifikasi dan akses
3.Instruksi
4.Isi (body)
5.Tanda Tangan dan verifikasi
6.Total (Totals)
7.Komentar
Perlu diketahui untuk membuat form yang bagus sebaiknya screen atau tampilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu heading, body dan komentar atau yang biasa kita kenal dengan sebutan divide screen into three section.
dua.
Disini saya agak bingung dengan soalnya : list the four guidelines for good display design atau form design ? . Jadi untuk berjaga-jaga jika saya salah maka saya mempunyai 2 jawaban.
for good display design :
4 pedoman untuk mendesign tampilan yang bagus :
1.Simplicity atau simple,karena sesuatu yang rumit membutuhkan waktu yang lebih lama.
2.Tampilan design yang konsisten.
3.Mmemfasilitasi adanya pergerakan user pada tampilan screen dan halaman (pages).
4.Buatlah tampilan semenarik mungkin.
for good form design :
4 pedoman untuk mendesign form yang bagus :
1.Buatlah form yang mudah untuk diisi.
2.Pastikan form dibuat sebagaimana tujuan didesign nya form tersebut.
3.Design form untuk data yang akurat (buat pilihan tertutup).
4.Buatlah form semenarik mungkin.
Tugas kedua selesai :)
Senin, 16 September 2013
Perbedaan Internal Output dan Eksternal Output
First task point two ..
Perbedaan antara internal output dan eksternal output saya dapatkan di berbagai modul, isinya semua sama hanya beberapa yang pendapatnya berbeda ,maka kemudian saya rangkum seperti dibawah ini :
Internal Output
- Hanya digunakan untuk pemilik dan pemakai sistem dalam organisasi,contohnya : tagihan/bill, iklan/advertisement .
- Berupa laporan rinci (detailed report),laporan rangkuman (summary report) dan laporan pengecualian (exception report).
Eksternal Output
- Digunakan untuk pihak-pihak diluar organisasi contohnya pelanggan, pemasok, partner.
- Berupa faktur, nota pembelian barang, jadwal tiket pesawat dan sebagainya.
Selain Internal dan Eksternal Output saya akan menambahkan satu jenis output lagi ,yaitu Turnaround-document.
Turnaround-document
- Output dapat dimasukkan kembali (re-enter) ke dalam sistem sebagai input contohnya potongan lembar tagihan dan pembayaran yang harus dikembalikan oleh pelanggan.
Tugas pertama untuk mata kuliah Perancangan Sistem Informasi telah terselesaikan ,terimakasih kepada beberapa modul,web dan blog yang sudah membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini . Sampai jumpa minggu depan :))
Perbedaan antara internal output dan eksternal output saya dapatkan di berbagai modul, isinya semua sama hanya beberapa yang pendapatnya berbeda ,maka kemudian saya rangkum seperti dibawah ini :
Internal Output
- Hanya digunakan untuk pemilik dan pemakai sistem dalam organisasi,contohnya : tagihan/bill, iklan/advertisement .
- Berupa laporan rinci (detailed report),laporan rangkuman (summary report) dan laporan pengecualian (exception report).
Eksternal Output
- Digunakan untuk pihak-pihak diluar organisasi contohnya pelanggan, pemasok, partner.
- Berupa faktur, nota pembelian barang, jadwal tiket pesawat dan sebagainya.
Selain Internal dan Eksternal Output saya akan menambahkan satu jenis output lagi ,yaitu Turnaround-document.
Turnaround-document
- Output dapat dimasukkan kembali (re-enter) ke dalam sistem sebagai input contohnya potongan lembar tagihan dan pembayaran yang harus dikembalikan oleh pelanggan.
Tugas pertama untuk mata kuliah Perancangan Sistem Informasi telah terselesaikan ,terimakasih kepada beberapa modul,web dan blog yang sudah membantu saya dalam menyelesaikan tugas ini . Sampai jumpa minggu depan :))
Langganan:
Postingan (Atom)