Sabtu, 07 Desember 2013

Task 9 : Kegunaan CRC, Definisi UML, 3 Elemen Utama UML

1. Apa kegunaan dari CRC ?
2. Apa itu UML?
3. Apa 3 elemen utama dari UML ?

Jawab :

1. Kegunaan dari CRC adalah untuk menggambarkan atau merepresentasikan segala yang terjadi antar class,seperti responsibilities dan interaksi dari class.

2. UML adalah sebuah bahasa standar untuk pengembangan sebuah software yang dapat
menyampaikan bagaimana membuat dan membentuk model-model, tetapi tidak menyampaikan apa dan kapan model yang seharusnya dibuat yang merupakan salah satu proses implementasi pengembangan software

3.-Building Blocks.
   -Aturan-aturan yang menyatakan bagaimana building block diletakkan secara bersamaan.
   -Beberapa mekanisme umum dari UML.

Senin, 02 Desember 2013

Task 8 : Cari 5 bagian yang telah dipelajari dari kasus !

Testing and Maintenance (Pengujian dan Perbaikan)

Program Testing With Test Data.
Analis berfungsi sebagai penasehat dan koordinator untuk tahap ini. Analis memastikan apakah teknik pengujian yang dilakukan programmer benar dan dapat bekerja untuk
operasi-operasi dasar,contohnya dalam menangkap kesalahan. Program akan di uji dengan dua data yaitu dengan yg valid dan tidak valid kemudian output akan diperiksa oleh analis.
jika masih terdapat kesalahan,analis akan mengoreksi dan memberikan arahan kepada programmer apa-apa saja yang harus diperbaiki.

Link Testing With Test Data.
Setelah program melewati pengujian dengan test data,program akan diuji dengan link testing untuk melihat apakah program benar-benar dapat bekerja seperti yang telah direncanakan.
Analis akan menciptakan data uji khusus yang mencakup berbagai situasi pengolahan untuk link testing.
Pertama apakah sistem dapat menangani transaksi normal,penambahan variasi termasuk memasukkan data yang tidak valid untuk memastikan program dapat mendeteksi kesalahan.

Full Systems Testing With Test Data.
Ketika link testing memuaskan,full systems testing juga harus diuji.Pada tahap ini operator dan end user terlibat aktif dalam pengujian.
Sistem pengujian meliputi penegasan standar kualitas untuk kinerja sistem yang mengatur spesifikasi sistem pada awal dibuat.
Persetujuan dari personel dalam menentukan tugas dari program,langkah ini mencakup langkah-langkah dari kesalahan, ketepatan waktu, kemudahan penggunaan,
transaksi order yang tepat, downtime dan manual prosedur yang dimengerti.

Full Systems Testing With Live Data.
Setelah full systems testing memuaskan,maka program akan diuji dengan data yang live.
Langkah ini mencakup perbandingan keakuratan perbandingan hasil output sistem baru dengan yang lama.
Dalam pengujian ini,data live yang digunakan hanya sebagian kecil.

Maintenance.
Maintenance lebih sering digunakan untuk meningkatkan kinerja software yang sudah ada dari pada merespon error,krisis atau kegagalan sistem.
User harus berkomunikasi kepada programmer yang akan memaintenance sistemnya agar tidak terjadi masalah ketidakpuasan dari user.



Training (Pelatihan).
Training meliputi siapa yang akan ditraining, orang yang akan melatih user, objektif training, metode training, tempat training dan materi training.

Siapa yang akan di Training (Who To Train).
Semua orang yang memiliki kegunaan utama ataupun pilihan dari sistem.
Pastikan untuk memisahkan antara pengguna yang mempunyai keahlian berbeda dan minat dari bekerja.

Orang yang akan Melatih User (People Who Train User).
Sistem Analis,Vendor,Pelatih eksternal,Pelatih Internal dan User yang lain.

Objektif Training (Training Objectives).
Berdasarkan pada pekerjaan dari pengguna.

Metode Training (Training Method).
Berdasarkan pada pekerjaan,latar belakang,personal dan pengalaman dari pengguna.

Tempat Training (Training Sites).
Berdasarkan pada objektif training, perkiraan biaya dan ketersediaan.

Materi Training (Training Materials).
Berdasarkan dari keperluan pengguna, operasi manual dan studi kasus.



System Security (Keamanan Sistem)

Physical Security
Pengamanan fasilitas komputer, peralatannya dan software.

Logical Security
Pengendalian dari software itu sendiri.

Behavioural Security
Membangun dan menjalankan prosedur untuk mencegah terjadinya dari penyalahgunaan hardware dan software komputer.



Disaster Recovery (Penanggulangan Bencana).

Buat Tim yang bertanggungjawab dalam penanggulangan krisis (bencana).
Eliminasi poin kegagalan.
Rencana transportasi
Mempunyai replikasi data di tempat yang berbeda.



Conversion (Konversi).

Direct Changeover.
Sistem lama berhenti sistem yang baru langsung berjalan, membutuhkan tet yang ekstensif, pendekatan konveksi yang beresiko, tidak bisa membandingkan hasil yang sama untuk sistem yang baru dan yang lama.

Paralell Conversion.
Bekerja dua kali lebih banyak (lembur), dapat mengecek data yang lama dan yang baru.

Gradual Conversion.
Kombinasi antara paralel dan direct changeover, user terlibat langsung dalam perubahan sistem, butuh waktu untuk perubahan.

Modular Prototype Conversion.
Mengetest setiap modul, User menjadi familiar sebelum sistem beroperasi

Distributed Conversion.
Masalah dapat dideteksi dan dicari solusinya, andai satu tempat berhasil tempat yang lain masih memungkinkan terkena masalah, hanya menginstal software di satu tempat.

Senin, 18 November 2013

Task 7 : What is meant by the term Six Sigma and Six Guidelines for choosing a design and documentation technique.

1. Apa arti dari istilah "Six Sigma" ?

2. Berikan 6 cara untuk memilih desain dan teknik dokumentasi !

JAWAB :
  1. Six Sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif (Manggala, 2005). Six sigma merupakan proses disiplin tinggi yang membantu mengembangkan dan mengantarkan produk mendekati sempurna. Six sigma adalah suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk baik barang maupun jasa (Trihendradi, 2006).
  2.  - Kompatibel dengan dokumentasi yg sudah ada sebelumnya.
     - Dimengerti oleh anggota lain dalam organisasi.
     - Diperbolehkan untuk kembali menggunakan sistem setelah tidak digunakan untuk waktu yg lama.
     - Sesuai dengan ukuran dari sistem yang dikerjakan
     - Dimungkinkan untuk pendekatan struktur desain jika lebih penting dari faktor-faktor lainnya.
     - Modifikasi yang lebih mudah. 

Senin, 28 Oktober 2013

Task 6 : General Guidelines for Proper Coding and Data Entry Methods


Eight general guidelines for proper coding :

1.      Menjaga kode yang ringkas
Kode seharusnya diringkas, kode yang terlalu panjang berarti banyak tombol dan akibatnya banyak kesalahan. Kode panjang juga berarti bahwa penyimpanan informasi dalam basis data akan memerlukan banyak memori. Kode singkat lebih mudah untuk diingat dan lebih mudah untuk dimasukkan daripada kode panjang dan jika kode harus panjang seharusnya dipecah ke dalam sub kode. Untuk contoh, 5678923453127 dapat di pecah dengan tanda penghubung sebagai berikut : 5678-923-453-127. Pendekatan ini lebih mudah diatur dan memberikan keuntungan cara orang mengetahui proses informasi.

2.      Menjaga kode tidak berubah
Kesatabilan berarti bahwa identifikasi kode untuk pelanggan seharusnya tidak berubah setiap kali data diterima. Saat ini, kita mencontohkan suatu kode derivasi abjad untuk suatu daftar pelanggan majalah. Tanggal waktu berakhir bukan bagian dari kode identifikasi pelanggan karena biasanya mengubah. Jangan mengubah singkatan kode didalam system mnemonic. Suatu waktu anda mempunyai pilihan singkatan kode, jangan mencoba untuk memperbaikinya, karena itu membuatnya sangat sulit bagi bagian masukan data untuk mengadaptasi.

3.      Memastikan bahwa kode adalah unik
Bagi kode supaya bekerja, harus unik perhatikan bahwa semua kode yang digunakan dalam system dan memastikan bahwa anda tidak menggunakan nomor atau nama kode sama untuk item-item yang sama. Nomor dan nama kode merupakan bagian yang sangat penting dari masukan dalam kamus data.

4.      Membiarkan kode dapat diurut
Jika anda akan memanipulasi data dengan bermanfaat, kode harus dapat diurut. Untuk contoh, jika anda menjalankan teks cari pada bulan-bulan dalam setahun di dalam pesanan yang meningkat, “J” bulan akan keluar dari pesanan (Januari, Juli dan selanjutnya Juni). Kamus dipilih dalam cara ini, satu huruf pada suatu waktu dari kanan ke kiri. Sehingga, jika anda memilah MMMDDYYYY dimana menempatkan MMM untuk singkatan bulan, DD untuk hari, dan YYYY untuk tahun.
 
5.      Menghindari kode yang buat kekacauan
Mencoba untuk menghindari penggunaan karakteristik kode yang terlihat atau terdengan serupa. Karakter O(huruf oh) dan 0(angka nol) sering kacau, seperti huruf I dan angka 1 dan huruf Z dan angka 2. Oleh karena itu, kode sperti BIC dan 280Z adalah tidak memuaskan. Satu contoh dari kode yang buat kekacauan potensial adalah Canadian Postal Code, format kode adalah X9X9X9 dimana X ditempatkan untuk huruf dan 9 untuk angka.

6.      Menjaga kode yang seragam
Kode perlu untuk mengikuti bentuk banyak format sepanjang waktu. Kode yang digunakan bersama, seperti BUF-234 dan KU-3456, adalah kurang baik karena yang pertama terdiri dari tigas huruf dan  tiga angka, sedangkan yang kedua hanya mempunyai dua huruf diikuti oleh empat angka. Pada saat anda memerlukan tambahan tanggal, cobalah untuk menghindari penggunaan kode MMDDYYYY dalam satu aplikasi, kedua YYYYDDMM, dan ketiga MMDDYYYY.

7.      Membolehkan modifikasi kode
Pencocokan adalah suatu kunci utama dari kode yang baik. Para penganalisis harus mempertimbangkan bahwa system akan berkembang dengan waktu, dan system pengkodean seharusnya mampu mencakup perubahan. Jumlah pelanggan seharusnya bertambah, pelanggan akan mengganti nama, dan supplier akan memodifikasi cara mereka menamakan produknya. Seorang penganalisis perlu untuk bias meramalkan perkiraan dan antisipasi menjangkau jauh kebutuhan masa depan saat merancang kode.

8.      Membuat kode yang bermakna
Kalau penganalisis ingin menyembunyikan informasi, kode tetap berarti. Kode yang efektif tidak hanya berisi informasi, tetapi juga membuat pengertian kepada masyarakat penggunanya. Kode yang berarti lebih mudah dimengerti, bekerja dengannya, dan dipanggil. Pekerjaan masukan data menjadi lebih menarik saat bekerja dengan kode yang berarti daripada hanya memasukkan rangkaian angka-angka kurang berarti.



Six data entry methods :

1.      Papan ketik
Papan ketik merupakan metode palingt tua masukan data, dan tentunya adalah alat yang sangat akrab dengan anggota organisasi. Beberapa perbaikan telah dibuat beberapa tahun akhir ini untuk standarisasi papan ketik, seperti menambah numeric keypad yang dapat deprogram dengan macros untuk mengurangi jumlah keystroke yang diperlukan dan penemuan yang baik(satu dibentuk untuk bentuk tangan). Perangkat lunak mengizinkan pencarian kembali untuk menganalisis berapa banyak keystroke diperlukan untuk memasukan jenis data tertentu.

2.      Optical character recognition
Optical character recognition membiarkan pengguna membaca masukan dari dokumen sumber dengan optical scanner lebih baik daripada media magnetic yang kita telah bicarakan dulu. Penggunaan alat OCR dapat mempercepat masukan data dari 50 hingga 75 persen dari beberapa metode dasar lainnya. Apa yang diperlukan adalah dokumen sumber yang dapat di scan secara optic saat itu diisikan, baik menggunakan special block printing maupun tulisan tangan.

3.      Metode tinta magnetic
Karakter tinta magnetic dijumpai dibawah cek bank dan beberapa tagihan kartu kredit. Metode ini  sama dengan OCR dalam membaca karakter khusus, tetapi penggunaannya terbatas. Masukan data melalui pengenalan karakter tinta magnetic (MICR) dikerjakan melalui mesin yang membaca dan menginterpretasi garis tunggal material yang disandikan dengan tinta yang dibuat dari partikel magnetic. Beberapa keuntungan menggunakan MICR yaitu : 1.MICR metode andal dan berkecepatan tinggi yang tidak mudah menerima tanda salah (karena mereka tidak disandikan secara mangnetik). 2.Jika dia digunakan pada pengambilan uang melalui cek, dia menyediakan tingkat kemanan terhadap cek yang tidak beres. 3.Personel masukan data dapat melihat nomor kode jika dia perlu memeriksanya.

4.      Metode mark-sense
Formulir mark-sense memperbolehkan masukan data melalui penggunaan scanner yang merasakn dimana tanda telah dibuat dengan oencil timah pada formulir khusus. Pemekaian yang umumnya adalah menghitung lembar jawaban untuk kuesioner survey. Kekurangan dari mak-sense dimana seharusnya pembaca dapat menentukan apakah tanda telah dibuat tidak dapat mengenali tanda sama yang dikerjakan oleh pembaca karakter optikal. Tanda yang tidak jelas pada formulir kemudian dimasukan sebagai tanda yang salah.

5.      Bar kode
Bar kode secara khusus tampak [ada label produk, tetapi juga muncul pada gelang identifikasi pasien dalam rumah sakit dan dalam konteks dimana seseorang atau objek perlu diuji kedalam atau keluar dari beberapa macam system inventaris. Bar kode dapat dipikirkan sebagai metacode atau kode yang menyandikan kode, karena muncul sebagai seri pita sempit dan lebar pada label yang menyandikan angka atau huruf. Pengkodean bar memberikan derajat keakuratan yang luar biasa tingginya untuk masukan data. Dia menyimpan biaya tenaga kerja untuk penjualan karena setiap  item tidak harus ditandai harg secara sendiri-sendiri. Sebagai tambahan, pengkodean bar memperbolehkan penagkapan data secara otomatis yang dapat dipakai untuk memesan lagi, pemeriksaan inventarisasi lebih akurat, dan meramalkan kebutuhan masa depan.

6.      Menggunakan terminal cerdas
Terminal cerdas dapat diingat selangkah diatas terminal bodoh dan selangkah dibawah worksatation cerdas dan mikrokomputer portable didalam kemampuannya dalam beberapa hal, terminal cerdas mengeliminasi keperluan akan dokumen sumber. Keuntungan terbesar pemakain terminal cerdas adalah melalui penggunaan pengolahan mikro, mereka dapat meringankan beberapa beban central prosesing unit (CPU) yaitu pengeditan, pengendalian, pengalihan, dan penyimpanan data, memproses keperluan terminal bodoh.

Senin, 14 Oktober 2013

Task 5

1. List five of the eleven usability heuristic for judging the usability of computer systems and eccommerce web sites provided by Nielsen and other !
2. What are five objectives for designing user interface ?


Answer :

1. - Provide appropiate feedback to users.
   - Generate usable queries.
   - Improve productivity of computer users.
   - Match the user interface to the task.
   - Make the user interface efficient.


2. - Visibility of system status :
       The system should always keep users informed about what is going on, through appropriate feedback within reasonable time.
    - Match between system and the real world :
       The system should speak the users' language, with words, phrases and concepts familiar to the user, rather than system-oriented terms. Follow real-world conventions, making information appear in a natural and logical order.
    - User control and freedom:
      Users often choose system functions by mistake and will need a clearly marked "emergency exit" to leave the unwanted state without having to go through an extended dialogue. Support undo and redo.
    - Consistency and standards :
       Users should not have to wonder whether different words, situations, or actions mean the same thing. Follow platform conventions.
    - Help users recognize, diagnose, and recover from errors :
       Error messages should be expressed in plain language (no codes), precisely indicate the problem, and constructively suggest a solution.
   




Senin, 07 Oktober 2013

Task 4 : Definisi Denormalisasi dan Perbedaan antara Database Tradisional dan Gudang Data

Berikut soal beserta jawaban saya untuk tugas ketiga pada minggu ini .





Soal :
1. Definisi Denormalisasi !
2. Jelaskan perbedaan antara database tradisional dan gudang data !

Jawaban :

1. Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database. Denormalisasi database adalah pelanggaran aturan normalisasi atau menjabarkan suatu tataan daatbase yang telah normal untuk meningkata performa pengaksesan data pada database.


2.  Gudang data merupakan sistem komputer modern yang digunakan untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan, gaji dan informasi lain dari operasi harian. Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya ke gudang data menurut jadwal yang teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Sedangkan database tradisional yaitu mengarsipkan dan menganalisi data yang mengutamakan kelengkapan data itu sendiri,namun database mempunyai kelemahan akan terjadinya data rangkap dan data yang belum terintegrasi.

Sumber data dari berbagai blog dan modul :)